<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Cinta</title>
	<atom:link href="http://ummuraisah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ummuraisah.wordpress.com</link>
	<description>Just another Wordpress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Jan 2008 07:43:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ummuraisah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/368ba3daec86b60c1a75792d4ce6f596?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Cerita Cinta</title>
		<link>http://ummuraisah.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Mandikan Aku Bunda</title>
		<link>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/mandikan-aku-bunda/</link>
		<comments>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/mandikan-aku-bunda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 07:43:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raisah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/mandikan-aku-bunda/</guid>
		<description><![CDATA[
Di bawah ini adalah salah satu contoh tragis.

Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang diMILIKInya sampai akhirnya &#8230;..

Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. &#8221;Why not the best,&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuraisah.wordpress.com&blog=278669&post=24&subd=ummuraisah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<div>Di bawah ini adalah salah satu contoh tragis.</div>
<div></div>
<div>Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang diMILIKInya sampai akhirnya &#8230;..</div>
<div></div>
<div>Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. &#8221;Why not the best,&#8221; katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.</div>
<div></div>
<div>Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran.</div>
<div></div>
<div>Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang &#8216;&#8217;selevel&#8221;; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.</div>
<div></div>
<div>Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah &#8221;alif&#8221; dan huruf terakhir &#8221;ya&#8221;, jadilah nama yang enak didengar: Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.</div>
<div></div>
<div>Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain.</div>
<div></div>
<div>Setulusnya saya pernah bertanya, &#8221;Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal? &#8221; Dengan sigap Rani menjawab, &#8221;Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!&#8221; Ucapannya itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol jadual Alif lewat telepon. Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti.</div>
<div></div>
<div>Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang banyak.</div>
<div></div>
<div>&#8221;Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.&#8221; Begitu selalu nenek Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.</div>
<div></div>
<div>Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini &#8221;memahami&#8221; orang tuanya. Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik. Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek.</div>
<div></div>
<div>Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Rani menyapanya &#8221;malaikat kecilku&#8221;.</div>
<div></div>
<div>Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.</div>
<div></div>
<div>Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby sitter. &#8221;Alif ingin Bunda mandikan,&#8221; ujarnya penuh harap. Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya. Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut.</div>
<div></div>
<div>Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. &#8221;Bunda, mandikan aku!&#8221; kian lama suara Alif penuh tekanan. Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.</div>
<div></div>
<div>Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. &#8221;Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency.&#8221; Setengah terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah sudah punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.</div>
<div></div>
<div>Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani memang menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri.</div>
<div></div>
<div>Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku. &#8221;Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,&#8221; ucapnya lirih, di tengah jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya, berusaha menyembunyikan tangis.</div>
<div></div>
<div>Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung di sisi pusara. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu, berkata, &#8221;Ini sudah takdir, ya kan. Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan?&#8221; Saya diam saja.</div>
<div></div>
<div>Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. &#8221;Ini konsekuensi sebuah pilihan,&#8221; lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat. Hening sejenak. Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja.</div>
<div>Tiba-tiba Rani berlutut. &#8221;Aku ibunyaaa!&#8221; serunya histeris, lantas tergugu hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih tangisan yang meledak. &#8221;Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..&#8221; Rani merintih mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di atasnya. Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif. Senja pun makin tua.</div>
<div></div>
<div>&#8211; Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong.</div>
<div>&#8211; Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan yang amat sangat.</div>
<div>&#8211; Sering kali orang sibuk &#8216;di luaran&#8217;, asik dengan dunianya dan ambisinya sendiri tidak mengabaikan orang-orang di dekatnya yang disayanginya. Akan masih ada waktu &#8216;nanti&#8217; buat mereka jadi abaikan saja dulu.</div>
<div>&#8211; Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih sayang yang diterimanya tidak akan hilang. Merasa mereka akan mengerti karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada.</div>
<div>&#8211; Pelajaran yang sangat menyedihkan.</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummuraisah.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummuraisah.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuraisah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuraisah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuraisah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuraisah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuraisah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuraisah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuraisah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuraisah.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuraisah.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuraisah.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuraisah.wordpress.com&blog=278669&post=24&subd=ummuraisah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/mandikan-aku-bunda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9fe27cb106fbd84daf6fe03568677a4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummuraisah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mahalnya Sebuah Karir untuk Wanita</title>
		<link>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/mahalnya-sebuah-karir-untuk-wanita/</link>
		<comments>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/mahalnya-sebuah-karir-untuk-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 07:37:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raisah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/mahalnya-sebuah-karir-untuk-wanita/</guid>
		<description><![CDATA[Saya seorang ibu dengan 2 orang anak , mantan direktur sebuah Perusahaan multinasional. Mungkin anda termasuk orang yang menganggap saya orang yang berhasil dalam karir namun sungguh jika seandainya saya boleh memilih maka saya akan berkata kalau lebih baik saya tidak seperti sekarang dan menganggap apa yang saya raih sungguh sia-sia.
Semuanya berawal ketika putri saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuraisah.wordpress.com&blog=278669&post=23&subd=ummuraisah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"><font size="2">Saya seorang ibu dengan 2 orang anak , mantan direktur sebuah Perusahaan multinasional. Mungkin anda termasuk orang yang menganggap saya orang yang berhasil dalam karir namun sungguh jika seandainya saya boleh memilih maka saya akan berkata kalau lebih baik saya tidak seperti sekarang dan menganggap apa yang saya raih sungguh sia-sia.</p>
<p>Semuanya berawal ketika putri saya satu-satunya yang berusia 19 tahun<br />
baru saja meninggal karena overdosis narkotika.<br />
Sungguh hidup saya hancur berantakan karenanya, suami saya saat ini<br />
masih terbaring di rumah sakit karena terkena stroke dan mengalami<br />
kelumpuhan karena memikirkan musibah ini.</p>
<p>Putera saya satu-satunya juga sempat mengalami depresi berat dan<br />
Sekarang masih dalam perawatan intensif sebuah klinik kejiwaan, dia juga merasa sangat terpukul dengan kepergian adiknya. Sungguh apa lagi yang bisa saya harapkan.</p>
<p>Kepergian Maya dikarenakan dia begitu guncang dengan kepergian Bik Inah pembantu kami.</p>
<p>Hingga dia terjerumus dalam pemakaian Narkoba.</p>
<p>Mungkin terdengar aneh kepergian seorang pembantu bisa membawa dampak Begitu hebat pada putri kami.</p>
<p>Harus saya akui bahwa bik Inah sudah seperti keluarga bagi kami, dia<br />
telah ikut bersama kami sejak 20 tahun yang lalu dan ketika Doni berumur 2 tahun.</p>
<p>Bahkan bagi Maya dan Doni, bik Inah sudah seperti ibu kandungnya<br />
sendiri.</p>
<p>Ini semua saya ketahui dari buku harian Maya yang saya baca setelah dia<br />
meninggal.</p>
<p>Maya begitu cemas dengan sakitnya bik Inah, berlembar-lembar buku<br />
hariannya berisi hal ini.</p>
<p>Dan ketika saya sakit (saya pernah sakit karena kelelahan dan diopname<br />
di rumah sakit selama 3 minggu)</p>
<p>Maya hanya menulis singkat sebuah kalimat di buku hariannya &#8220;Hari ini<br />
Mama sakit di Rumah sakit&#8221; , hanya itu saja.</p>
<p>Sungguh hal ini menjadikan saya semakin terpukul.</p>
<p>Tapi saya akui ini semua karena kesalahan saya.</p>
<p>Begitu sedikitnya waktu saya untuk Doni, Maya dan Suami saya.</p>
<p>Waktu saya habis di kantor, otak saya lebih banyak berpikir tentang<br />
keadaan perusahaan dari pada keadaan mereka.</p>
<p>Berangkat jam 07:00 dan pulang di rumah 12 jam kemudian, bahkan mungkin lebih.</p>
<p>Ketika sudah sampai rumah rasanya sudah begitu capai untuk memikirkan urusan mereka.</p>
<p>Memang setiap hari libur kami gunakan untuk acara keluarga, namun<br />
sepertinya itu hanya seremonial dan rutinitas saja, ketika hari Senin<br />
tiba saya dan suami sudah seperti &#8220;robot&#8221; yang terprogram untuk urusan<br />
kantor.</p>
<p>Sebenarnya ibu saya sudah berkali-kali mengingatkan saya untuk berhenti bekerja sejak Doni masuk SMA namun selalu saya tolak, saya anggap ibu terlalu kuno cara berpikirnya.<br />
Memang Ibu saya memutuskan berhenti bekerja dan memilih membesarkan kami 6 orang anaknya.</p>
<p>Padahal sebagai seorang sarjana ekonomi karir ibu waktu itu katanya<br />
sangat baik.</p>
<p>Dan ayahpun ketika itu juga biasa-biasa saja dari segi karir dan<br />
penghasilan.</p>
<p>Meski jujur saya pernah berpikir untuk memutuskan berhenti bekerja dan mau mengurus Doni dan Maya, namun selalu saja perasaan bagaimana kebutuhan hidup bisa terpenuhi kalau berhenti bekerja, dan lalu apa gunanya saya sekolah tinggi-tinggi?.</p>
<p>Meski sebenarnya suami saya juga seorangyang cukup mapan dalam karirnya dan penghasilan.</p>
<p>Dan biasanya setelah ada nasehat ibu saya menjadi lebih perhatian pada Doni dan Maya namun tidak lebih dari dua minggu semuanya kembali seperti asal urusan kantor dan karir fokus saya.</p>
<p>Dan kembali saya menganggap saya masih bisa membagi waktu untuk mereka, toh teman yang lain di kantor juga bisa dan ungkapan &#8220;kualitas pertemuan dengan anak lebih penting dari kuantitas&#8221; selalu menjadi patokan saya.</p>
<p>Sampai akhirnya semua terjadi dan diluar kendali saya dan berjalan<br />
begitu cepat sebelum saya sempat tersadar.</p>
<p>Maya berubah dari anak yang begitu manis menjadi pemakai Narkoba.</p>
<p>Dan saya tidak mengetahuinya!!! Sebuah sindiran dan protes Maya saat ini selalu terngiang di telinga.</p>
<p>Waktu itu bik Inah pernah memohon untuk berhenti bekerja dan memutuskan kembali ke desa untuk membesarkan Bagas, putera satu-satunya, setelah dia ditinggal mati suaminya .. Namun karena Maya dan Doni keberatan maka akhirnya kami putuskan agar Bagas dibawa tinggal bersama kami.</p>
<p>Pengorbanan bik Inah buat Bagas ini sangat dibanggakan Maya.<br />
Namun sindiran Maya tidak begitu saya perhatikan. Akhirnya semua terjadi, setelah tiba-tiba jatuh sakit kurang lebih dua minggu, bik Inah<br />
meninggal dunia di Rumah Sakit.</p>
<p>Dari buku harian Maya saya juga baru tahu kenapa Doni malah pergi dari<br />
rumah ketika bik Inah di Rumah Sakit.</p>
<p>Memang Doni pernah memohon pada ayahnya agar bik Inah dibawa ke<br />
Singapore untuk berobat setelah dokter di sini mengatakan bahwa bik Inah sudah masuk stadium 4 kankernya.</p>
<p>Dan usul Doni kami tolak hingga dia begitu marah pada kami. Dari sini<br />
saya kini tahu betapa berartinya bik Inah buat mereka, sudah seperti ibu kandungnya!<br />
menggantikan tempat saya yang seolah hanya bertugas melahirkan mereka saja ke dunia.</p>
<p>Tragis !</p>
<p>Dan sebuah foto &#8220;keluarga&#8221; di dinding kamar Maya sering saya amati Kalau lagi kangen dengannya. Beberapa bulan yang lalu kami sekeluarga ke desa bik Inah.</p>
<p>Atas desakan Maya kami sekeluarga menghadiri acara pengangkatan Bagas sebagai kepala sekolah madrasah setelah dia selesai kuliah dan belajar di pesantren.</p>
<p>Dan Doni pun begitu bersemangat untuk hadir di acara itu padahal dia<br />
paling susah untuk diajak ke acara serupa di kantor saya atau ayahnya.</p>
<p>Dan difoto &#8220;keluarga&#8221; itu tampak bik Inah, Bagas, Doni dan Maya<br />
tersenyum bersama.</p>
<p>Tak pernah kami lihat Maya begitu senang seperti saat itu dan seingat<br />
saya itulah foto terakhirnya.</p>
<p>Setelah bik Inah meninggal Maya begitu terguncang dan shock, kami sempat merisaukannya dan membawanya ke psikolog ternama di Jakarta.</p>
<p>Namun sebatas itu yang kami lakukan setelah itu saya kembali berkutat<br />
dengan urusan kantor.</p>
<p>Dan di halaman buku harian Maya penyesalan dan air mata tercurah.</p>
<p>Maya menulis :<br />
&#8220;Ya Tuhan kenapa bik Inah meninggalkan Maya, terus siapa yang bangunin Maya, siapa yang nyiapin sarapan Maya, siapa yang nyambut Maya kalau pulang sekolah, Siapa yang ngingetin Maya buat berdoa, siapa yang Maya cerita kalau lagi kesel di sekolah, siapa yang nemenin Maya kalo nggak bisa tidur&#8230;&#8230;&#8230;.Ya Tuhan, Maya kangen banget sama bik Inah&#8221; bukankah itu seharusnya tugas saya sebagai ibunya, bukan bik Inah ?</p>
<p>Sungguh hancur hati saya membaca itu semua, namun semuanya sudah<br />
terlambat tidak mungkin bisa kembali, seandainya semua bisa berputar kebelakang saya rela berkorban apa saja untuk itu.</p>
<p>Kadang saya merenung sepertinya ini hanya cerita sinetron di TV dan saya pemeran utamanya. Namun saya tersadar ini real dan kenyataan yang terjadi.</p>
<p>Sungguh saya menulis ini bukan berniat untuk menggurui siapapun tapi<br />
sekedar pengurang sesal saya semoga ada yang bisa mengambil pelajaran darinya.</p>
<p>Biarkan saya yang merasakan musibah ini karena sungguh tiada terbayang beratnya.</p>
<p>Semoga siapapun yang membaca tulisan ini bisa menentukan &#8220;prioritas<br />
hidup dan tidak salah dalam memilihnya&#8221;. Biarkan saya seorang yang<br />
mengalaminya.</p>
<p>Saat ini saya sedang mengikuti program konseling/therapy untuk<br />
menentramkan hati saya.</p>
<p>Berkat dorongan seorang teman saya beranikan tulis ini semua.</p>
<p>Saya tidak ingin tulisan ini sebagai tempat penebus kesalahan saya,<br />
karena itu tidak mungkin! Dan bukan pula untuk memaksa anda<br />
mempercayainya, tapi inilah faktanya.</p>
<p>Hanya semoga ada yang memetik manfaatnya.</p>
<p>Dan saya berjanji untuk mengabdikan sisa umur saya untuk suami dan Doni.</p>
<p>Dan semoga Tuhan mengampuni saya yang telah menyia-nyiakan amanahNya pada saya.</p>
<p>Dan disetiap berdoa saya selalu memohon &#8220;YA Tuhan seandainya Engkau akan menghukum Maya karena kesalahannya, sungguh tangguhkanlah Ya Tuhan, biar saya yang menggantikan tempatnya kelak, biarkan buah hatiku tentram di sisiMu&#8221;.</p>
<p>Semoga Tuhan mengabulkan doa saya.</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummuraisah.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummuraisah.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuraisah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuraisah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuraisah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuraisah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuraisah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuraisah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuraisah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuraisah.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuraisah.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuraisah.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuraisah.wordpress.com&blog=278669&post=23&subd=ummuraisah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/mahalnya-sebuah-karir-untuk-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9fe27cb106fbd84daf6fe03568677a4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummuraisah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manfaat Siwak</title>
		<link>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/manfaat-siwak/</link>
		<comments>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/manfaat-siwak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 06:27:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raisah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/manfaat-siwak/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kitab Ath-Thubbun Nabawi (Medis Nabawi) yang disusun oleh Ibnul Qoyyim dijelaskan manfaat siwak antara lain :
- membersihkan mulut,
- membersihkan gusi,
- mencegah pendarahan
- menguatkan penglihatan
- mencegah  gigi  berlubang
- menyehatkan pencernaan
- menjernihkan suara
- membantu pencernaan makanan
- memperlancar saluran nafas (bicara)
- menggiatkan bacaan
- menahan tidur
- meridhokan Allah Ta’ala
- dikagumi malaikat
- etc.Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersiwak dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuraisah.wordpress.com&blog=278669&post=22&subd=ummuraisah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam kitab Ath-Thubbun Nabawi (Medis Nabawi) yang disusun oleh Ibnul Qoyyim dijelaskan manfaat siwak antara lain :<br />
- membersihkan mulut,<br />
- membersihkan gusi,<br />
- mencegah pendarahan<br />
- menguatkan penglihatan<span></span><br />
- mencegah  gigi  berlubang<br />
- menyehatkan pencernaan<br />
- menjernihkan suara<br />
- membantu pencernaan makanan<br />
- memperlancar saluran nafas (bicara)<br />
- menggiatkan bacaan<br />
- menahan tidur<br />
- meridhokan Allah Ta’ala<br />
- dikagumi malaikat<br />
- etc.Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersiwak dalam waktu puasa dan tidak, pada waktu wudhu, ketika akan sholat atau memasuki rumah. Beliau bersiwak dengan kayu(dahan ) Araak. Bila tidur,  siwak itu diletakkan di dekat kepalanya, dan jika bangun tidur beliau mulai bersiwak.</p>
<p>dari <a href="http://www.bungakehidupan.wordpress.com/">www.bungakehidupan.wordpress.com</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummuraisah.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummuraisah.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuraisah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuraisah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuraisah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuraisah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuraisah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuraisah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuraisah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuraisah.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuraisah.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuraisah.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuraisah.wordpress.com&blog=278669&post=22&subd=ummuraisah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/manfaat-siwak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9fe27cb106fbd84daf6fe03568677a4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummuraisah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara ilmu &amp; Harta</title>
		<link>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/antara-ilmu-harta/</link>
		<comments>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/antara-ilmu-harta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 06:24:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raisah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Study]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/antara-ilmu-harta/</guid>
		<description><![CDATA[Sepuluh orang kaum Khawarij mendatangi Khalifah ke-IV, Ali bin Abi Thalib Ra. Mereka mendatangi Khalifah karena ingin menanyakan sesuatu, di samping rasa iri terhadap kepandaian khalifah, baik dalam ilmu agama maupun lainnya. Rasuluilah Saw pernah bersabda: “Aku ini kotanya ilmu pengetahuan, dan Ali adalah sebagai pintunya.”
Sesampainya mereka dihadapan Khalifah Ali, mereka diterima dengan ramah, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuraisah.wordpress.com&blog=278669&post=21&subd=ummuraisah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sepuluh orang kaum Khawarij mendatangi Khalifah ke-IV, Ali bin Abi Thalib Ra. Mereka mendatangi Khalifah karena ingin menanyakan sesuatu, di samping rasa iri terhadap kepandaian khalifah, baik dalam ilmu agama maupun lainnya. Rasuluilah Saw pernah bersabda: “Aku ini kotanya ilmu pengetahuan, dan Ali adalah sebagai pintunya.”<br />
Sesampainya mereka dihadapan Khalifah Ali, mereka diterima dengan ramah, dan Khalifah menganggap mereka sebagai tamu terhormat.<br />
Salah seorang dari mereka membuka pertanyaan kepada Khalifah Ali: “Wahai Ali, kami adalah sepuluh orang yang diutus oleh kaum kami untuk mengajukan pertanyaan kepadamu, dan kami akan bergiliran bertanya kepadamu. Dan jawabanmu nantinya akan kami bawa pulang kepada kaum kami.”Khalifah Ali menjawab: “Baiklah kalau demikian. Dan apa yang akan kalian tanyakan padaku?”<br />
“Wahai Ali, manakah yang lebih mulia, ilmu pegetahuan atau harta benda, dan terangkan pula sebab-sebabnya?” tanya orang pertama.<br />
“Ilmu pengetahuan itu adalah warisan para nabi, sedangkan harta kekayaaan adalah warisan Qarun, Syadad dan lain-lain. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan lebih mulia daipada harta benda,” jawab Khalifah Ali.<br />
Kemudian orang kedua memberikan pertanyaan: “Manakah yang lebih mulia ilmu pengetahuan atau harta benda, dan jelaskan sebab-sebabnya?”</p>
<p><span></span></p>
<p>“Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmulah yang menjaga dan memelihara pemiliknya, sedangkan harta yang empunyalah yang memelihara dan menjaganya,” jawab Khalifah Ali.<br />
Setelah orang pertama dan kedua selesai dijawab oleh Khalifah Ali, kemudian orang ketiga, keempat, kelima, hingga orang kesepuluh mengajukan pertanyaan yang sama seperti yang diajukan oleh orang pertama dan kedua.<br />
Kepada penanya ketiga khalifah menjawab: “Ilmu lebih mulia daripada harta, karena orang yang berilmu banyak sahabatnya, sedangkan orang yang banyak hartanya lebih banyak musuhnya.”</p>
<p>Kepada penanya keempat khalifah menjawab: “Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu bila disebarkan atau diajarkan akan bertambah sedangkan harta kalau diberikan kepada orang lain akan berkurang.”<br />
Kepada penanya kelima khalifah menjawab: “Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu tidak dapat dicuri, sedangkan harta benda mudah dicuri dan dapat lenyap.”<br />
Kepada penanya keenam khalifah menjawab: “Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu tidak bisa binasa, sedangkan harta kekayaan dapat lenyap dan habis karena masa dan usia.”</p>
<p>Kepada penanya ketujuh khalifah menjawab: “Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu tidak ada batasnya, sedangkan harta benda ada batasnya dan dapat dihitung jumlahnya.”<br />
Kepada penanya kedelapan khalifah menjawab: “Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu memberi dan memancarkan sinar kebaikan, menjernihkan pikiran dan hati serta menenangkan jiwa, sedangkan harta kekayaan pada umumnya dapat menggelapkan jiwa dan hati pemiliknya.”<br />
Kepada penanya kesembilan khalifah menjawab: “Ilmu lebih mulia daripada harta, karena orang yang berilmu mencintai kebajikan dan sebutannya mulia seperti si ‘Alim, dan sebutan mulia lainnya. Sedangkan, orang yang berharta bisa melarat dan lebih cenderung kepada sifat-sifat kikir dan bakhil.”</p>
<p>Dan kepada penanya kesepuluh khalifah menjawab: “Ilmu lebih mulia dan lebih utama daripada harta kekayaan, karena orang yang berilmu lebih mendorong untuk mencintai Allah. Sedangkan harta benda dapat membangkitkan rasa sombong, congkak dan takabur.”<br />
Seusai mendengarkan jawaban Khalifah Ali yang begitu cemerlang, kesepuluh orang kaum Khawarij itu berdecak kagum, karena satu pertanyaan dapat dijawab dengan sepuluh jawaban. Kemudian, mereka kembali kepada kaumnya dengan rasa puas, dan bertambah yakin bahwa Khalifah Ali benar-benar sebagai pintu gerbangnya ilmu.</p>
<p>dari <a href="http://www.bungakehidupan.wordpress.com/">www.bungakehidupan.wordpress.com</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummuraisah.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummuraisah.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuraisah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuraisah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuraisah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuraisah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuraisah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuraisah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuraisah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuraisah.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuraisah.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuraisah.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuraisah.wordpress.com&blog=278669&post=21&subd=ummuraisah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/antara-ilmu-harta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9fe27cb106fbd84daf6fe03568677a4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummuraisah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Nasehat untuk Kaum Wanita</title>
		<link>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/10-nasehat-untuk-kaum-wanita/</link>
		<comments>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/10-nasehat-untuk-kaum-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 06:18:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raisah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Study]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/10-nasehat-untuk-kaum-wanita/</guid>
		<description><![CDATA[Nasehat adalah sebuah kejernihan yang sewajarnya hadir dalam kehidupan masyarakat Islam. Terkhusus bagi wanita muslimah yang hidup dijaman ini. Sapaan nasehat adalah penyejuk yang menyegarkan langkah dalam menuju ridha Yang Maha rahmah, Allah tabaraka ta’ala.1. Wanita muslimah meyakini bahwa Allah adalah Tuhannya, Muhammad adalah nabinya dan Islam adalah agamanya, dan menampakkan jejak keimanan dalam perkataan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuraisah.wordpress.com&blog=278669&post=20&subd=ummuraisah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Nasehat adalah sebuah kejernihan yang sewajarnya hadir dalam kehidupan masyarakat Islam. Terkhusus bagi wanita muslimah yang hidup dijaman ini. Sapaan nasehat adalah penyejuk yang menyegarkan langkah dalam menuju ridha Yang Maha rahmah, Allah tabaraka ta’ala.1. Wanita muslimah meyakini bahwa Allah adalah Tuhannya, Muhammad adalah nabinya dan Islam adalah agamanya, dan menampakkan jejak keimanan dalam perkataan, amalan dan keyakinan. Maka ia selalu menjauhi murka Allah, takut akan pedihnya azab Allah dan balasan akibat menyelisihi perintah-Nya.<br />
<span></span><br />
2. Wanita muslimah selalu menjaga sholat-sholat wajibnya, berwudlu, menjaga kekhusyukan dan ketepatan waktu melaksanakan sholat.</p>
<p>Janganlah menyibukkan diri dengan aktivitas yang lain ketika datang waktu sholat. Meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat yang memalingkan dari ibadah kepada Allah. Ia pun menampakkan atsar (bekas) sholatnya dalam peri kehidupan, karena sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, sholat adalah penjaga terbesar dari kemaksiatan.</p>
<p>3. Wanita muslimah selalu menjaga hijabnya (mengenakan jilbab) merasa mulia dengan hal tersebut dan dia tidak keluar dari rumah kecuali dalam kondisi berjilbab, dengan jilbab tersebut bertujuan agar Allah menjaganya.</p>
<p>Ia pun bersyukur kepada Allah yang telah memuliakan, menjaga dan mengehendaki terjaganya kesuciannya dengan jilbab. “Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu anak-anakmu dan wanita beriman agar mereka mengenakan jilbab-jilbab mereka.” (Al Ahzaab : 59).</p>
<p>4. Wanita muslimah selalu mentaati suaminya, bersikap lembut, cinta, mengajaknya kepada kebaikan, menasehati dan menghibur suaminya. Ia tidak mengeraskan suara dan kasar dalam berbicara kepada suaminya. Rasulullah bersabda, ‘apabila seorang wanita menjaga shalat lima waktunya, berpuasa di bulan ramadhan, menjaga kehormatannya, dan mentaati suaminya niscaya ia akan masuk surga. (Hadits Shahih jami’).</p>
<p>5. Wanita muslimah senantiasa mendidik putranya untuk taat kepada Allah, mengajarinya dengan aqidah yang benar, menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi maksiat dan akhlaq yang buruk, firman Allah, ‘wahai orang-orang yang beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka’. (At Tahrim : 6).</p>
<p>6. Wanita muslimah tidak berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Sabda Rasulullah, ‘barangsiapa wanita yang berdua-duaan dengan laki-laki, maka syetan yang ke-3 nya’. Dan wanita muslimah tidak bepergian jauh kecuali untuk keperluan yang tidak bisa ditinggalkan dan disertai mahram dengan berjilbab.</p>
<p>7. Wanita muslimah tidak berpenampilan atau berdandan seperti kaum laki-laki. Sabda Rasulullah, ‘Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.’ (Hadits Shahih). Wanita muslimah juga tidak meniru orang-orang kafir dalam kekhususan dan kebiasaan mereka, “barang siapa yang bertasyabuh (menyerupai) suatu kaum, maka ia termasuk golongan kaum tersebut.” (Hadits Shahih).</p>
<p>8. Wanita muslimah adalah da’iyah (orang yang berdakwah) dibarisan kaum wanita dengan menggunakan perkataan yang baik melalui jalan menziarahi tetangganya, menyambung persaudaraan, melalui telpon, memberikan buku-buku dan kaset-kaset Islam. Ia pun beramal dengan apa yang ia ucapkan dan bersemangat dalam menghindarkan diri dari adzab Allah, ‘kalau Allah menghidayahi seseorang melalui perantara kamu maka hal tersebut lebih baik bagimu dari pada binatang ternak yang merah (harta dunia yang banyak). (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>9. Wanita muslimah menjaga hatinya dari kerancuan dan hawa nafsu, menjaga pandangannya dari pandangan-pandangan yang haram, menjaga telinganya dari hal-hal yang melalaikan dari dzikrullah, ini semua yang dinamakan dengan taqwa, ‘malulah terhadap Allah dengan sebenar-benarnya, barang siapa yang malu dengan sebenar-benarnya maka jagalah kepalanya dan apa yang ada didalamnya, dan jagalah perutnya serta yang ada didalamnya, ingatlah kematian dan musibah, barang siapa yang menghendaki akhirat hendaknya ia meninggalkan (tidak cinta) perhiasan-perhiasan dunia, barang siapa berbuat demikian niscaya sikap malunya kepada Allah benar. (Hadits Shahih Jami’).</p>
<p>10. Wanita muslimah tidak menyia-nyiakan waktu siang maupun malamnya untuk perbuatan yang tidak ada gunanya, atau melewatkan masa mudanya hilang dengan percuma, ‘tinggalkanlah mereka yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan kesia-siaan’. (Al An’am : 70).</p>
<p>Allah berfirman tentang orang yang menyia-nyiakan umurnya, ‘alangkah meruginya diri kami dari apa yang telah kami tinggalkan’. (Al An’am : 31). Wahai muslimah laksanakanlah nasehat-nasehat ini niscaya engkau akan jaya di dunia dan di akhirat.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.kotasantri.com/">www.kotasantri.com</a></p>
<p>dari <a href="http://www.bungakehidupan.wordpress.com/">www.bungakehidupan.wordpress.com</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummuraisah.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummuraisah.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuraisah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuraisah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuraisah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuraisah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuraisah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuraisah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuraisah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuraisah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuraisah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuraisah.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuraisah.wordpress.com&blog=278669&post=20&subd=ummuraisah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/10-nasehat-untuk-kaum-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9fe27cb106fbd84daf6fe03568677a4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummuraisah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>8 Dirham</title>
		<link>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/8-dirham/</link>
		<comments>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/8-dirham/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 06:12:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raisah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Rasulullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/8-dirham/</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah pagi itu sibuk memperhatikan bajunya dengan cermat. Baju satu-satunya dan itupun ternyata sudah usang. Baju yang setia menutup aurat beliau. meringankan tubuh beliau dari terik matahari dan dinginnya udara. Baju yang tidak pernah beristirahat.
Tetapi beliau tak mempunyai uang sepeser pun. Dengan apa beliau harus membeli baju? Padahal baju yang ada sudah waktunya diganti. Rasulullah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuraisah.wordpress.com&blog=278669&post=19&subd=ummuraisah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font size="3"><font face="Times New Roman">Rasulullah pagi itu sibuk memperhatikan bajunya dengan cermat. Baju satu-satunya dan itupun ternyata sudah usang. Baju yang setia menutup aurat beliau. meringankan tubuh beliau dari terik matahari dan dinginnya udara. Baju yang tidak pernah beristirahat.<br />
Tetapi beliau tak mempunyai uang sepeser pun. Dengan apa beliau harus membeli baju? Padahal baju yang ada sudah waktunya diganti. Rasulullah sebenarnya dapat saja menjadi kaya mendadak, bahkan terkaya di dunia ini. Tapi sayang, beliau tak mau mempergunakan kemudahan itu. Jika beliau mau, Allah dalam sekejap bisa mengubah gunung dan pasir menjadi butir-butir emas yang berharga. Beliau tak sudi berbuat demikian karena kasihnya kepada para fakir yang papa. siapakah yang akan menjadi teladan jika bukan beliau..?</font></font><span></span><font size="3"><font face="Times New Roman">Contoh untuk menahan derita, menahan lapar dan dahaga, menahan segala coba dan uji Allah dengan kesabaran. Selalu mensyukuri nikmat Allah berapa pun besarnya. Siapa lagi kalau bukan beliau yang menyertai umatnya dalam menjalani iradat yang telah ditentukan Allah. Yaitu kehidupan dalam jurang kedukaan dan kemiskinan. Siapa pula yang harus menghibur mereka agar selalu bersabar dan rela dengan yang ada selain beliau? Juga siapa pula yang harus menanamkan keyakinan akan pahala Allah kelak di akhirat jika bukan beliau?</font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">Yah,…hanya beliaulah yang mampu menjalankan berbagai hal diatas. benar,…baliaulah satu-satunya manusia yang mendapatkan amanat dari Allah untuk semua umat manusia. Tugas yang lebih murni dan mulia daripada intan berlian serta butiran emas yang lain. Lebih halus dari sutera serta lebih indah dari segala keindahan yang dikenal manusia di dunia ini. lebih megah dari segala kedudukan dan derajad kehidupan manusia yang katanya sudah megah.<br />
“Semua itu hanyalah merupakan kesenangan dunia sedang di sisi Allah yang paling baik dan sebaik-baik tempat kembali”</font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">Perjuangan itu tidak mudah. bahkan sangat berat bagi beliau. Menegakkan yang hak hanya dapat dicapai dengan penuh keimanan dan kekuatan. sabar dalam menghadapi setiap malapetaka yang menimpa, bersyukur yang dilakukan dengan hati bersih. dalam keadaan bagaimanapun, baik dalam duka maupun suka, bersyukur dan keimanan harus selalu menyertai. Itulah pokok risalah yang dibawa Rasulullah saw.<br />
Allah Maha Bijaksana, tidak akan membiarkan hamba-Nya terkasih kebingungan. Rasulullah diberinya rezeki sebanyak delapan dirham. Bergegas beliau melangkah ke pasar. Tentunya kita maklum. uang sekian itu dapat dibelikan apa. Apakah cukup untuk membeli makan, minum, serta pakaian penutup badan? Oleh sebab itu, bergembiralah hai para fakir dan miskin! Nabi kita, Muhammad saw telah memberikan contoh begitu jelas. Nabi yang kita cintai, hamba kesayangan Allah pergi ke pasar dengan uang sedikit seperti yang kita miliki. Tetapi nabi kita ini, dengan ridha pergi ke pasar berbekal uang delapan dirham untuk berbelanja. Meskipun beliau miskin, beliau senang sekali hidup. Beliau belum ingin mati meski kemiskinan menjerat setiap hari.</font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">Di tengah perjalanan menuju pasar, beliau menemukan seorang wanita yang menangis. Ternyata wanita yang kehilangan uang. Segera beliau memberikan uangnya sebanyak dua dirham. Beliau berhenti sejenak untuk menenangkan wanita itu.<br />
Rasulullah bergegas menuju ke pasar yang semakin ramai. Sepanjang lorong pasar banyak sekali masyarakat yang menegur beliau dengan hormat. Selalu menjawab dan memberikan salam yang mengingatkan akan kebesaran Allah semata. Beliau langsung menuju tempat di mana ada barang yang diperlukannya. Dibelinya sepasang baju dengan harga empat dirham. beliau segera pulang. Di perjalanan beliau bertemu dengan seorang tua yang telanjang. Orang tersebut dengan iba memohon sepotong baju untuk dipakainya. Rasulullah yang memang pengasih itu tidak tahan melihat. Langsung diberikannya baju yang baru dibeli. Beliau kembali ke pasar utnuk membeli baju lagi seharga dua dirham. Tentu saja lebih kasar dan jelek kualitasnya daripada yang empat dirham. dengan gembira beliau pulang membawa bajunya.</font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">Langkahnya dipercepat karena sengatan matahari yang semakin terik. Juga angin malam yang telah mulai berhembus pelan-pelan. Beliau tidak ingin kemalaman di jalan. Tak lama beliau melangkah ke luar pasar, ditemuinya lagi wanita yang menangis tadi. Wanita itu kelihatan bingung dan sangat gelisah. Rasulullah saw mendekat dan bertanya mengapa. Wanita itu ternyata ketakutan untuk pulang. Dia telah terlambat dari batas waktu, dan takut dimarahi majikannya jika pulang nanti. Rasulullah saw langsung menyatakan akan mengantarkannya.</font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">Wanita itu berjalan yang diikuti Rasulullah saw dari belakang. Hatinya tenang karena Rasulullah saw pasti akan melindungi dirinya. Dia yakin majikannya akan memaafkan, karena kepulangan yang diantarkan oleh manusia paling mulia di dunia ini. Bahkan mungkin akan berterima kasih karena pulang membawa kebaikan bersama dengan kedatangan nabi dan rasul mereka. Mereka terus berjalan hingga sampai ke perkampungan kaum Anshari. Kebetulan saat itu yang ada hanyalah para isteri mereka.</font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">“Assalamu’alaikum warahmatullah”, sapa Rasulullah saw keras. Mereka semuanya diam tak menjawab. Padahal mereka mendengar. Hati mereka diliputi kebahagiaan karena kedatangan Nabi. Mereka menganggap salam Rasulullah saw sebagai berkah dan seperti lebaran saja. Mereka masih ingin mendengarnya lagi. Ketika tak terdengar jawaban, Rasulullah saw memberi salam lagi. Tetap tak terdengar jawaban. Rasulullah saw mengulang untuk yang ketiga kali dengan suara lantang, Assalamu’alaikum warahmatullah. Serentak mereka menjawab.</font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">Rasulullah sangat heran dengan semua itu. Beliau menanyakan pada mereka apa sebabnya. Mereka mengatakan, ” Tidak ya Rasulullah. Kami sudah mendengar sejak tadi. Kami memang sengaja, kami ingin mendapatkan salam lebih banyak”. Rasulullah melanjutkan, “Pembantumu ini terlambat pulang dan tidak berani pulang sendirian. Sekiranya dia harus menerima hukuman, akulah yang akan menerimanya”. Ucapan ini sangat mengejutkan mereka. Kasih sayang Nabi begitu murni, budi pekerti yang utama, yang indah tampak dihadapan mereka. Beliau menempuh perjalanan begitu panjang dan jauh hanya untuk mengantarkan seorang budak yang takut dimarahi majikannya. Lagipula hanya karena terlambat pulang. Bahkan memohonkan maaf baginya pula. Sehingga karena harunya, mereka berkata, “Kami memaafkan dan bahkan membebaskannya. Kedatangannya kemari bersama anda karena untuk mengharap ridha Allah semata”. Budak itu tak terhingga rasa terima kasihnya. Bersyukur atas karunia Allah swt dan kebebasannya karena dari Rasulullah saw.</font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">Rasulullah saw pulang dengan hati gembira. Telah bebas satu perbudakan dengan mengharap ridha Allah swt sepenuhnya. Beliau juga tak lupa mendoakan para wanita itu agar mendapatkan berkah dari Allah swt. Semoga semua harta dan turunan serta semoga selalu tetap dalam keadaan iman dan islam. Beliau sibuk memikirkan peristiwa sehari tadi. Hari yang penuh berkah dan karunia Allah swt semata. Akhirnya beliau berujar dengan, “Belum pernah kutemui berkah angka delapan sebagaimana hari ini. Delapan dirham yang mampu mengamankan seseorang dari ketakutan, dua orang yang membutuhkan serta memerdekakan seorang budak”. Bagi seseorang muslim yang memberikan pakaian pada saudara sesama muslim, Allah akan memelihara selama pakaian itu masih melekat.</font></font><font size="3"><font face="Times New Roman">Al-Islam &#8211; Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia</font></font><font size="3" face="Times New Roman"> dari <a href="http://www.bungakehidupan.wordpress.com/">www.bungakehidupan.wordpress.com</a></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummuraisah.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummuraisah.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuraisah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuraisah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuraisah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuraisah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuraisah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuraisah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuraisah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuraisah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuraisah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuraisah.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuraisah.wordpress.com&blog=278669&post=19&subd=ummuraisah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/8-dirham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9fe27cb106fbd84daf6fe03568677a4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummuraisah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bocah Pembeli Es Krim</title>
		<link>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/bocah-pembeli-es-krim/</link>
		<comments>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/bocah-pembeli-es-krim/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 05:58:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raisah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/bocah-pembeli-es-krim/</guid>
		<description><![CDATA[Minggu siang di sebuah mal. Seorang bocah lelaki umur delapan tahun berjalan menuju ke sebuah gerai tempat penjual eskrim. Karena pendek, ia terpaksa memanjat untuk bisa melihat si pramusaji. Penampilannya yang lusuh sangat kontras dengan suasana hingar bingar mal yang serba wangi dan indah.“Mbak sundae cream harganya berapa?” si bocah bertanya.
“Lima ribu rupiah,” yang ditanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuraisah.wordpress.com&blog=278669&post=18&subd=ummuraisah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Minggu siang di sebuah mal. Seorang bocah lelaki umur delapan tahun berjalan menuju ke sebuah gerai tempat penjual eskrim. Karena pendek, ia terpaksa memanjat untuk bisa melihat si pramusaji. Penampilannya yang lusuh sangat kontras dengan suasana hingar bingar mal yang serba wangi dan indah.“Mbak sundae cream harganya berapa?” si bocah bertanya.</p>
<p>“Lima ribu rupiah,” yang ditanya menjawab.</p>
<p>Bocah itu kemudian merogoh recehan duit dari kantongnya. Ia menghitung recehan di tangannya demngan teliti. Sementara si pramusaji menunggu dengan raut muka tidak sabar. Maklum, banyak pembeli yang lebih “berduit” ngantre di belakang pembeli ingusan itu.</p>
<p><span></span></p>
<p>“Kalau plain cream berapa?”</p>
<p>Dengan suara ketus setengah melecehkan, si pramusaji menjawab, “Tiga ribu lima ratus”.</p>
<p>Lagi-lagi si bocah menghitung recehannya, ” Kalau begitu saya mau sepiring plain cream saja, Mbak,” kata si bocah sambil memberikan uang sejumlah harga es yang diminta. Si pramusaji pun segera mengangsurkan sepiring plain cream.</p>
<p>Beberapa waktu kemudian, si pramusaji membersihkan meja dan piring kotor yang sudah ditinggalkan pembeli. Ketika mengangkat piring es krim bekas dipakai bocah tadi, ia terperanjat. Di meja itu terlihat dua keping uang logam limaratusan serta lima keping recehan seratusan yang tersusun rapi.<br />
Ada rasa penyesalan tersumbat dikerongkongan. Sang pramusaji tersadar, sebenarnya bocah tadi bisa membeli sundae cream. Namun, ia mengorbankan keinginan pribadi dengan maksud agar bisa memberikan tip bagi si pramusaji.</p>
<p>Pesan moral yang dibawa oleh anak tadi: setiap manusia di dunia ini adalah penting. Di mana pun kita wajib memperlakukan orang lain dengan sopan, bermartabat, dan dengan penuh hormat.</p>
<p>dari <a href="http://www.bungakehidupan.wordpress.com/">www.bungakehidupan.wordpress.com</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummuraisah.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummuraisah.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuraisah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuraisah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuraisah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuraisah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuraisah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuraisah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuraisah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuraisah.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuraisah.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuraisah.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuraisah.wordpress.com&blog=278669&post=18&subd=ummuraisah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/bocah-pembeli-es-krim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9fe27cb106fbd84daf6fe03568677a4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummuraisah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yuk Timah</title>
		<link>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/yuk-timah/</link>
		<comments>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/yuk-timah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 05:53:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raisah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/yuk-timah/</guid>
		<description><![CDATA[Kisah “YU TIMAH”
(dicuplik dari RESONANSI &#8211; Republika Desember 2006/Ahmad Tohari)Ini kisah tentang Yu Timah. Siapakah dia? Yu Timah adalah tetangga
kami. Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT)
yang kini sudah berakhir. Empat kali menerima SLT selama satu tahun
jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2
juta. Yu Timah adalah penerima SLT yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuraisah.wordpress.com&blog=278669&post=17&subd=ummuraisah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kisah “YU TIMAH”<br />
(dicuplik dari RESONANSI &#8211; Republika Desember 2006/Ahmad Tohari)Ini kisah tentang Yu Timah. Siapakah dia? Yu Timah adalah tetangga<br />
kami. Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT)<br />
yang kini sudah berakhir. Empat kali menerima SLT selama satu tahun<br />
jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2<br />
juta. Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya. Maka rumahnya<br />
berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri.<br />
Bahkan status tanah yang ditempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik<br />
sendiri.<br />
<span></span><br />
Usia Yu Timah sekitar lima puluhan, berbadan kurus dan tidak menikah.<br />
Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambah<br />
yatim sejak kecil, maka Yu Timah tidak menarik lelaki manapun. Jadilah<br />
Yu Timah perawan tua hingga kini. Dia sebatang kara. Dulu setelah<br />
remaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta.<br />
Namun, seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Timah tidak<br />
laku di pasaran pembantu rumah tangga. Dia kembali ke kampung kami.<br />
Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama<br />
emaknya yang sudah sangat renta. Gubuk itu didirikan di atas tanah<br />
tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu.</p>
<p>Meski hidupnya sangat miskin, Yu Timah ingin mandiri. Maka ia<br />
berjualan nasi bungkus. Pembeli tetapnya adalah para santri yang<br />
sedang mondok di pesantren kampung kami. Tentu hasilnya tak seberapa.<br />
Tapi Yu Timah bertahan. Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun<br />
bersama emaknya. Setelah emaknya meninggal Yu Timah mengasuh seorang<br />
kemenakan. Dia biayai anak itu hingga tamat SD. Tapi ini zaman apa.<br />
Anak itu harus cari makan. Maka dia tersedot arus perdagangan pembantu<br />
rumah tangga dan lagi-lagi terdampar di Jakarta. Sudah empat tahun<br />
terakhir ini Yu Timah kembali hidup sebatang kara dan mencukupi<br />
kebutuhan hidupnya dengan berjualan nasi bungkus.<br />
Untung di kampung kami ada pesantren kecil. Para santrinya adalah<br />
anak-anak petani yang biasa makan nasi seperti yang dijual Yu Timah.<br />
Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya. Saya sudah mengira pasti dia<br />
mau bicara soal tabungan.</p>
<p>Inilah hebatnya. Semiskin itu Yu Timah masih bisa menabung di bank<br />
perkreditan rakyat syariah di mana saya ikut jadi pengurus. Tapi Yu<br />
Timah tidak pernah mau datang ke kantor. Katanya, malu sebab dia orang<br />
miskin dan buta huruf. Dia menabung Rp 5.000 atau Rp 10 ribu setiap<br />
bulan. Namun setelah menjadi penerima SLT Yu Timah bisa setor tabungan<br />
hingga Rp 250 ribu. Dan sejak itu saya melihat Yu Timah memakai cincin<br />
emas. Yah, emas. Untuk orang seperti Yu Timah, setitik emas di jari<br />
adalah persoalan mengangkat harga diri. Saldo terakhir Yu Timah adalah<br />
Rp 650 ribu.</p>
<p>Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya. Malah maunya<br />
bersimpuh di lantai, namun selalu saya cegah.</p>
<p>”Pak, saya mau mengambil tabungan,” kata Yu Timah dengan suaranya<br />
yang kecil.<br />
”O, tentu bisa. Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore. Bank kita sudah<br />
tutup.<br />
Bagaimana bila Senin?”<br />
”Senin juga tidak apa-apa. Saya tidak tergesa.”<br />
”Mau ambil berapa?” tanya saya.<br />
”Enam ratus ribu, Pak.”<br />
”Kok banyak sekali. Untuk apa, Yu?”<br />
Yu Timah tidak segera menjawab. Menunduk, sambil tersenyum malu-malu.<br />
”Saya mau beli kambing kurban, Pak. Kalau enam ratus ribu saya<br />
tambahi dengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing.”<br />
Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya. Bahkan dia mengulangi<br />
kata-katanya karena saya masih diam. Karena lama tidak memberikan<br />
tanggapan, mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uang<br />
tabungannya. Padahal saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh<br />
keinginan Yu Timah membeli kambing kurban.<br />
”Iya, Yu. Senin besok uang Yu Timah akan diberikan sebesar enam ratus<br />
ribu.<br />
Tapi Yu, sebenarnya kamu tidak wajib berkurban. Yu Timah bahkan wajib<br />
menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada. Jadi,<br />
apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membeli kambing<br />
kurban?”<br />
”Iya Pak. Saya sudah bulat. Saya benar-benar ingin berkurban. Selama<br />
Ini memang saya hanya jadi penerima. Namun sekarang saya ingin jadi<br />
pemberi daging kurban.”<br />
”Baik, Yu. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita.”<br />
Wajah Yu Timah benderang. Senyumnya ceria. Matanya berbinar. Lalu<br />
minta diri, dan dengan langkah-langkah panjang Yu Timah pulang.</p>
<p>Setelah Yu Timah pergi, saya termangu sendiri. Kapankah Yu Timah<br />
mendengar, mengerti, menghayati, lalu menginternalisasi ajaran kurban<br />
yang ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim? Mengapa orang yang sangat awam<br />
itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga rela mengurbankan<br />
hampir seluruh hartanya?<br />
Pertanyaan ini muncul karena umumnya ibadah haji yang biayanya mahal<br />
itu tidak mengubah watak orangnya. Mungkin saya juga begitu. Ah, Yu<br />
Timah, saya jadi malu. Kamu yang belum naik haji, atau tidak akan<br />
pernah naik haji, namun kamu sudah jadi orang yang suka berkurban.<br />
Kamu sangat miskin, tapi uangmu tidak kaubelikan makanan, televisi,<br />
atau pakaian yang bagus.Uangmu malah kamu belikan kambing kurban. Ya,<br />
Yu Timah. Meski saya dilarang dokter makan daging kambing, tapi kali<br />
ini akan saya langgar. Saya ingin menikmati daging kambingmu yang<br />
sepertinya sudah berbau surga. Mudah-mudahan kamu mabrur sebelum kamu<br />
naik haji.</p>
<p>Lebih baik Memberi Dari pada Menerima.</p>
<p>Semoga Kita dapat mengambil Hikmahnya. Amien.</p>
<p>“SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1428 H”</p>
<p>Moga-moga bermanfaat.</p>
<p>dari <a href="http://www.bungakehidupan.wordpress.com/">www.bungakehidupan.wordpress.com</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummuraisah.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummuraisah.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuraisah.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuraisah.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuraisah.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuraisah.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuraisah.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuraisah.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuraisah.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuraisah.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuraisah.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuraisah.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuraisah.wordpress.com&blog=278669&post=17&subd=ummuraisah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/yuk-timah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9fe27cb106fbd84daf6fe03568677a4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummuraisah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Kebiasaan yang dapat merusak Otak</title>
		<link>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/10-kebiasaan-yang-dapat-merusak-otak/</link>
		<comments>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/10-kebiasaan-yang-dapat-merusak-otak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 05:50:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raisah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/10-kebiasaan-yang-dapat-merusak-otak/</guid>
		<description><![CDATA[Otak adalah organ kita yang paling vital. Otak ini yang memberi nilai
lebih dibandingkan makhluk-makhluk lain. Namun sering tanpa disadari,
kita sendiri sering merusak otak kita. Apakah itu ?Oleh: dr. Martin Leman, DTM&#38;H
1. Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah
yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.
2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuraisah.wordpress.com&blog=278669&post=16&subd=ummuraisah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Otak adalah organ kita yang paling vital. Otak ini yang memberi nilai<br />
lebih dibandingkan makhluk-makhluk lain. Namun sering tanpa disadari,<br />
kita sendiri sering merusak otak kita. Apakah itu ?Oleh: dr. Martin Leman, DTM&amp;H</p>
<p>1. Tidak Sarapan Pagi<br />
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah<br />
yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.</p>
<p>2. Makan Terlalu Banyak<br />
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat<br />
berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada<br />
dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.</p>
<p>3. Merokok<br />
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak<br />
secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.<br />
<span></span><br />
4. Mengkonsumsi gula terlalu banyak<br />
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya<br />
penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan<br />
gizi yang akan mengganggu perkembangan otak</p>
<p>5. Polusi Udara<br />
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup<br />
udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat<br />
menurunkan efisiensi otak.</p>
<p>6. Kurang Tidur<br />
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan<br />
kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan<br />
mempercepat kerusakan sel-sel otak.</p>
<p>7. Menutup kepala saat tidur<br />
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat<br />
karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat<br />
menimbulkan efek kerusakan pada otak.</p>
<p>8. Menggunakan pikiran saat sakit<br />
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita<br />
saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak<br />
serta dapat merusak otak.</p>
<p>9. Kurang menstimulasi pikiran<br />
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita.<br />
Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.</p>
<p>10. Jarang berkomunikasi<br />
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja<br />
otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak.<br />
Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak<br />
jadi kurang terlatih.</p>
<p>dari <a href="http://www.bungakehidupan.wordpress.com/">www.bungakehidupan.wordpress.com</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummuraisah.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummuraisah.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuraisah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuraisah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuraisah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuraisah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuraisah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuraisah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuraisah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuraisah.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuraisah.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuraisah.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuraisah.wordpress.com&blog=278669&post=16&subd=ummuraisah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/10-kebiasaan-yang-dapat-merusak-otak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9fe27cb106fbd84daf6fe03568677a4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummuraisah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Cara belajar Individu (Zainun)</title>
		<link>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/mengenal-cara-belajar-individu-zainun/</link>
		<comments>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/mengenal-cara-belajar-individu-zainun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 05:40:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raisah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Study]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/mengenal-cara-belajar-individu-zainun/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap individu adalah unik. Artinya setiap individu memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang lain. Perbedaan tersebut bermacam-macam, mulai dari perbedaan fisik, pola berpikir dan cara-cara merespon atau mempelajari hal-hal baru. Dalam hal belajar, masing-masing individu memiliki kelebihan dan kekurangan dalam menyerap pelajaran yang diberikan. Oleh karena itu dalam dunia pendidikan dikenal berbagai metode untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuraisah.wordpress.com&blog=278669&post=15&subd=ummuraisah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-top:44.2pt;line-height:normal;margin-right:18.95pt;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Setiap individu adalah unik. Artinya setiap individu memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang lain. Perbedaan tersebut bermacam-macam, mulai dari perbedaan fisik, pola berpikir dan cara-cara merespon atau mempelajari hal-hal baru. Dalam hal belajar, masing-masing individu memiliki kelebihan dan kekurangan dalam menyerap pelajaran yang diberikan. Oleh karena itu dalam dunia pendidikan dikenal berbagai metode untuk dapat memenuhi tuntutan perbedaan individu tersebut. Di negara-negara maju sistem pendidikan bahkan dibuat sedemikian rupa sehingga individu dapat dengan bebas memilih pola pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dirinya.   </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"></span></p>
<p style="line-height:normal;" class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Di Indonesia seringkali kita mendengar keluhan dari orangtua yang merasa sudah melakukan berbagai cara untuk membuat anaknya menjadi “pintar”. Orangtua berlomba-lomba menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah-sekolah terbaik. Selain itu anak diikutkan dalam berbagai kursus maupun les privat yang terkadang menyita habis waktu yang seharusnya bisa dipergunakan anak atau remaja untuk bermain atau bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya. Namun demikian usaha-usaha tersebut seringkali tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan, bahkan ada yang justru menimbulkan masalah bagi anak dan remaja.   </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"></span></p>
<p style="line-height:normal;" class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa anak-anak tersebut tidak kunjung-kunjung pintar? Salah satu faktor yang dapat menjadi penyebabnya adalah ketidaksesuaian cara belajar yang dimiliki oleh sang anak dengan metode belajar yang diterapkan dalam pendidikan yang dijalaninya termasuk kursus atau les privat. Cara belajar yang dimaksudkan disini adalah kombinasi dari bagaimana individu menyerap, lalu mengatur dan mengelola informasi. </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"></span></p>
<p style="line-height:normal;margin:22.75pt 0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><b><span style="font-size:12pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Otak Sebagai Pusat Belajar</span></b><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span></p>
<p style="line-height:normal;" class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Otak manusia adalah kumpulan massa protoplasma yang paling kompleks yang ada di alam semesta. Satu-satunya organ yang dapat mempelajari dirinya sendiri dan jika dirawat dengan baik dalam lingkungan yang menimbulkan rangsangan yang memadai, otak dapat berfungsi secara aktif dan reaktif selama lebih dari seratus tahun. Otak inilah yang menjadi pusat belajar sehingga harus dijaga dengan baik sampai seumur hidup agar terhindar dari kerusakan.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"></span></p>
<p style="line-height:normal;margin:12.65pt 18.95pt 7.6pt 0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Menurut MacLean, otak manusia memiliki tiga bagian dasar yang seluruhnya dikenal sebagai <i>triune brain/three in one brain</i> (dalam DePorter &amp; Hernacki, 2001). Bagian pertama adalah batang otak, bagian kedua sistem limbik  dan yang ketiga adalah neokorteks.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"></span></p>
<p style="line-height:normal;margin:12.65pt 18.95pt 7.6pt 0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Batang otak memiliki kesamaan struktur dengan otak reptil, bagian otak ini bertanggungjawab atas fungsi-fungsi motorik-sensorik-pengetahuan fisik yang berasal dari panca indra. Perilaku yang dikembangkan bagian ini adalah perilaku untuk mempertahankan hidup, dorongan untuk mempertahankan spesies.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"></span></p>
<p style="line-height:normal;margin:12.65pt 18.95pt 7.6pt 0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Disekeliling batang otak terdapat sistem limbik yang sangat kompleks dan luas. Sistem ini berada di bagian tengah otak manusia. Fungsinya bersifat emosional dan kognitif yaitu menyimpan perasaan, pengalaman yang menyenangkan, memori dan kemampuan belajar. Selain itu sistem ini mengatur bioritme tubuh seperti pola tidur, lapar, haus, tekanan darah, jantung, gairah seksual, temperatur, kimia tubuh, metabolisme dan sistem kekebalan. Sistem limbik adalah panel kontrol dalam penggunaan informasi dari indra penglihatan, pendengaran, sensasi tubuh, perabaan, penciuman sebagai input yang kemudian informasi ini disampaikan ke pemikir dalam otak yaitu neokorteks.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"></span></p>
<p style="line-height:normal;margin:12.65pt 18.95pt 7.6pt 0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Neokorteks terbungkus di sekitar sisi sistem limbik, yang merupkan 80% dari seluruh materi otak. Bagian ini merupakan tempat bersemayamnya pusat kecerdasan manusia. Bagian inilah yang mengatur pesan-pesan yang diterima melalui penglihatan, pendengaran dan sensasi tubuh manusia. Proses yang berasal dari pengaturan ini adalah penalaran, berpikir intelektual, pembuatan keputusan, perilaku normal, bahasa, kendali motorik sadar, dan gagasan non verbal. Dalam neokorteks ini pula kecerdasan yang lebih tinggi berada, diantaranya adalah : kecerdasan linguistik, matematika, spasial/visual, kinestetik/perasa, musikal, interpersonal, intrapersonal dan intuisi.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"></span></p>
<p style="line-height:normal;" class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><b><span style="font-size:12pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Karakteristik Cara Belajar</span></b><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span></p>
<p style="line-height:normal;" class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Berdasarkan kemampuan yang dimiliki otak dalam menyerap, mengelola dan menyampaikan informasi, maka cara belajar individu dapat dibagi dalam 3 (tiga) kategori. Ketiga kategori tersebut adalah cara belajar visual, auditorial dan kinestetik yang ditandai dengan ciri-ciri perilaku tertentu. Pengkategorian ini tidak berarti bahwa individu hanya yang memiliki salah satu karakteristik cara belajar tertentu sehingga tidak memiliki karakteristik cara belajar  yang lain. Pengkategorian ini hanya merupakan pedoman bahwa individu memiliki salah satu karakteristik yang paling menonjol sehingga jika ia mendapatkan rangsangan yang sesuai dalam belajar maka akan memudahkannya untuk menyerap pelajaran. Dengan kata lain jika sang individu menemukan metode belajar yang sesuai dengan karakteristik cara belajar dirinya maka akan cepat ia menjadi “pintar” sehingga kursus-kursus atau pun les private secara intensif mungkin tidak diperlukan lagi.</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"></span></p>
<p style="margin-top:12.65pt;line-height:normal;margin-right:18.95pt;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Adapun ciri-ciri perilaku individu dengan karakteristik cara belajar seperti disebutkan diatas, menurut DePorter &amp; Hernacki (2001), adalah sebagai berikut: </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span></p>
<p style="line-height:normal;margin:15.15pt 0;" class="MsoNormal"><b><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">1.</span></b><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><b><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Karakteristik Perilaku Individu dengan Cara Belajar Visual </span></b><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">     </span></p>
<p style="line-height:normal;margin-right:18.95pt;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Individu yang memiliki kemampuan belajar visual yang baik ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebagai berikut:</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">   </span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">rapi dan teratur</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">berbicara dengan cepat</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">mampu membuat rencana jangka pendek dengan baik</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">teliti dan rinci </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">mementingkan penampilan</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">lebih mudah mengingat apa yang dilihat daripada apa yang didengar </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">mengingat sesuatu berdasarkan asosiasi visual</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">memiliki kemampuan mengeja huruf dengan sangat baik</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">biasanya tidak mudah terganggu oleh keributan atau suara berisik ketika sedang belajar</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">sulit menerima instruksi verbal (oleh karena itu seringkali ia minta instruksi secara tertulis)</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">merupakan pembaca yang cepat dan tekun</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">lebih suka membaca daripada dibacakan</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">dalam memberikan respon terhadap segala sesuatu, ia selalu bersikap  waspada, membutuhkan penjelasan menyeluruh tentang tujuan dan berbagai hal lain yang berkaitan.</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">jika sedang berbicara di telpon ia suka membuat coretan-coretan tanpa arti selama berbicara</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat “ya” atau “tidak’</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">lebih suka mendemonstrasikan sesuatu daripada berpidato/berceramah</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">lebih tertarik pada bidang seni (lukis, pahat, gambar) daripada musik</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">seringkali tahu apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai menuliskan dalam kata-kata</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"></span></li>
</ul>
<p style="line-height:normal;margin-right:18.95pt;text-align:justify;" class="MsoNormal"><b><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">2.</span></b><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><b><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Karakteristik Perilaku Individu dengan Cara Belajar Auditorial </span></b><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">   </span></p>
<p style="line-height:normal;margin-right:18.95pt;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Individu yang memiliki kemampuan belajar auditorial yang baik ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebagai berikut:</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">   </span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">sering berbicara sendiri ketika sedang bekerja</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">mudah terganggu oleh keributan atau suara berisik</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">lebih senang mendengarkan (dibacakan) daripada membaca</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">jika membaca maka lebih senang membaca dengan suara keras</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">dapat mengulangi atau menirukan nada, irama dan warna suara</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">mengalami kesulitan untuk menuliskan sesuatu, tetapi sangat pandai dalam bercerita</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">berbicara dalam irama yang terpola dengan baik</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">berbicara dengan sangat fasih</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">lebih menyukai seni musik dibandingkan seni yang lainnya</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada apa yang dilihat</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">senang berbicara, berdiskusi dan menjelaskan sesuatu secara panjang lebar</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">mengalami kesulitan jika harus dihadapkan pada tugas-tugas yang berhubungan dengan visualisasi</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">lebih pandai mengeja atau mengucapkan kata-kata dengan keras daripada menuliskannya</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">lebih suka humor atau gurauan lisan daripada membaca buku humor/komik </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"></span></li>
</ul>
<p style="line-height:normal;margin-right:18.95pt;text-align:justify;" class="MsoNormal"><b><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">3.</span></b><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"> </span><b><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Karakteristik Perilaku Individu dengan Cara Belajar Kinestetik </span></b><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">   </span></p>
<p style="line-height:normal;margin-right:18.95pt;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Individu yang memiliki kemampuan belajar kinestetik yang baik ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebagai berikut:</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';">   </span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">berbicara dengan perlahan</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">menanggapi perhatian fisik</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">menyentuh orang lain untuk mendapatkan perhatian mereka</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">berdiri dekat ketika sedang berbicara dengan orang lain </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">banyak gerak fisik</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">memiliki perkembangan otot yang baik</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">belajar melalui praktek langsung atau manipulasi</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">menghafalkan sesuatu dengan cara berjalan atau melihat langsung</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">menggunakan jari untuk menunjuk kata yang dibaca ketika sedang membaca</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">banyak menggunakan bahasa tubuh (non verbal)</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">tidak dapat duduk diam di suatu tempat untuk waktu yang lama</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">sulit membaca peta kecuali ia memang pernah ke tempat tersebut</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">menggunakan kata-kata yang mengandung aksi</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">pada umumnya tulisannya jelek</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">menyukai kegiatan atau permainan yang menyibukkan (secara fisik)</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">ingin melakukan segala sesuatu</span><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman','serif';"></span></li>
</ul>
<p style="line-height:normal;margin-right:18.95pt;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">Dengan mempertimbangkan dan melihat cara belajar apa yang paling menonjol dari diri seseorang maka orangtua atau individu yang bersangkutan (yang sudah memiliki pemahaman yang cukup tentang karakter cara belajar dirinya) diharapkan dapat bertindak secara arif dan bijaksana dalam memilih metode belajar yang sesuai. Bagi para remaja yang mengalami kesulitan belajar, cobalah untuk mulai merenungkan dan mengingat-ingat kembali apa karakteristik belajar anda yang paling efektif. Setelah itu cobalah untuk membuat rencana atau persiapan yang merupakan kiat belajar anda sehingga dapat mendukung agar kemampuan tersebut dapat terus dikembangkan. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan memanfaat berbagai media pendidikan seperti tape recorder, video, gambar, dll. Selamat mencoba.  Semoga bermanfaat.</span></p>
<p style="line-height:normal;margin-right:18.95pt;text-align:justify;" class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:'Trebuchet MS','sans-serif';">dari <a href="http://www.path2light.wordpress.com/">www.path2light.wordpress.com</a></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ummuraisah.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ummuraisah.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuraisah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuraisah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuraisah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuraisah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuraisah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuraisah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuraisah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuraisah.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuraisah.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuraisah.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuraisah.wordpress.com&blog=278669&post=15&subd=ummuraisah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuraisah.wordpress.com/2008/01/04/mengenal-cara-belajar-individu-zainun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d9fe27cb106fbd84daf6fe03568677a4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ummuraisah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>